Guru Matematika Menghadapi PISA 2022

 

Tantangan atau Biasa Saja ?


PISA (Programme For International Student Assessment) adalah tes yang diadakan oleh OECD yang diberikan kepada siswa berusia 15 tahun dan bertaraf internasional untuk mengukur kemampuan anak menggunakan pengetahuan dan keterampilan membaca, matematika, dan sains yang mereka miliki untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata. PISA 2022 akan difokuskan pada matematika dengan tambahan tes berpikir kreatif. Kesiapan siswa dalam menghadapi PISA 2022 sangat tergantung pada bagaimana cara guru mengajar di kelas.

Kepulauan Bangka Belitung terpilih menjadi salah satu sampel PISA 2022 dari 3 provinsi. Siapkah guru di Bangka Belitung menghadapi PISA 2022? Bagaimana guru matematika mempersiapkan siswa dalam menghadapi PISA 2022? Apakah siswanya yang belajar atau justru gurunya yang belajar?

Hasil survey PISA 2018, skor Indonesia tergolong rendah karena berada di urutan ke-74 dari 79 negara yang ikut dalam tes ini. Menurut data yang diterbitkan oleh OECD pada survei 2009-2015. Indonesia konsisten berada di urutan 10 terbawah. Dan tahun 2018 pun menempatkan Indonesia berada di jajaran nilai terendah.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi menargetkan skor PISA Babel 415. Bisakah? Dengan targer yang sudah ditetapkan oleh gubernur, tentunya ini menjadi tantangan bagi guru yang menjadi ujung tombak persiapan PISA mengingat waktu yang sedikit. Sejak tahun 2020, gubernur sudah melakukan berbagai persiapan dengan membuat pelatihan-pelatihan bagi guru mata pelajaran yang terkait dengan kategori yang diujikan dalam tes PISA.

Fokus PISA 2022 adalah pada kategori matematika. Dari hasil wawancara secara acak, sebagian besar siswa tidak menyukai pelajaran matematika. Karena menurut siswa matematika itu sulit, tidak menarik, dan membosankan. Untuk itu, guru matematika dituntut kreatif dalam melakukan pembelajaran di kelas.

Selain itu guru juga harus mengubah mindset siswa tentang pelajaran matematika. Selama ini pembelajaran matematika di kelas dimulai dengan guru menjelaskan rumus, memberikan contoh-contoh soal dan siswa mengerjakan latihan soal, selalu seperti itu.

Pembelajaran yang seperti itu hanya menghasilkan kemampuan siswa dalam matematika pada level yang rendah. Ketika siswa diberi soal yang berbeda sedikit saja dari contoh soal yang diberikan siswa kesulitan dalam menjawab. Apalagi ketika soal yang diberika berupa permasalahan dalam kehidupan nyata, siswa akan sangat kesulitan menyelesaikannya karena kemampuan analisis siswa yang rendah sementara itu, pada tes PISA, soal-soal yang diujikan adalah permasalahan-permasalahan dalam kehidupan nyata

Reformasi pembelajaran di kelas

Guru dituntut untuk kreatif menjadikan pembelajaran matematka jadi pembelajaran yang menarik, yang membuat siswa aktif di dalam pembelajaran. Agar pembelajaran matematika menjadi lebih menarik guru dapat menggunakan game atau permainan matematika dalam permbelajaran

Untuk menghadapi PISA 2022, guru matematika juga harus bersinergi di dalam MGMP sekolah dan juga MGMP daerah, untuk membuat dan menyediakan soal-soal yang setara dengan soal-soal tes PISA sehingga bisa melatih siswa dengan mengerjakan soal-soal tersebut. Pemerintah sudah melakukan berbagai pelatihan yang mengasah kemampuan guru dalam membuat soal-soal setara PISA atau yang lebih dikenal dengan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan memberi latihan-latihan dan mengubah proses pembelajaran di kelas, semoga kita bisa mewujudkan PISA 415 PACAK!.


sumber : BANGKA POS

Comments